Merangkai Cerita dengan Malam dan Warna: Sehari Membatik di Karenina Agung Resort
Selembar kain putih perlahan berubah menjadi karya seni personal di Karenina Agung Resort, Semarang, pada 19 September 2026. Tiga mahasiswa pertukaran Jerman mengikuti TOTE-ALLY BATIK ART, lokakarya batik praktik yang difasilitasi oleh International Office Agung Putra University (APU).
Dengan pendampingan student buddy dan instruktur batik M. Audi Dhiyaurrahman, para peserta mempelajari bahwa batik menyatukan teknik, kesabaran, warna, dan ekspresi personal. Mereka mengikuti proses sejak pembuatan desain hingga hasil akhir serta menghasilkan tas kain berhias batik buatan sendiri.
Memahami Batik sebelum Berkarya
Kegiatan dibuka dengan sesi sambutan yang dipandu Sefi dan Ibu Salindri. Student buddy Irul dan Taqy kemudian bersama Pak Audi memperkenalkan sejarah dan filosofi batik, teknik dasar, serta alat yang digunakan dalam proses tradisional.
Sebelum memulai praktik, para peserta mempelajari makna budaya di balik kerajinan tersebut agar memahami batik sebagai bagian dari warisan Indonesia sekaligus sebuah teknik kreatif.
“Sebelum membuat batik, penting bagi para peserta untuk memahami proses dan makna di balik kerajinan ini agar mereka dapat menghargai karya yang mereka buat,” kata Pak Audi.
Tahap praktik pertama adalah membatik. Di bawah bimbingan Pak Audi, peserta secara cermat mengembangkan pola pada kain dan belajar menggunakan alat tradisional.
Dari Malam Menuju Warna
Setelah istirahat siang, peserta melanjutkan ke tahap pewarnaan. Dengan menggunakan pewarna Remasol dan waterglass dalam prosesnya, mereka bereksperimen dengan warna dan melihat bagaimana tahap sebelumnya membentuk komposisi setiap karya.
“Saya senang melihat desain saya berubah setelah diberi warna. Rasanya berbeda dari sekadar menggambar karena ada beberapa tahap untuk mendapatkan hasil akhir,” kata Cara.
Lokakarya kemudian memasuki tahap pelorodan, yaitu pelepasan malam dari kain menggunakan air panas. Ketika malam terlepas, bagian kain yang sebelumnya terlindungi dan pola akhir mulai terlihat.
“Bagian yang paling menarik adalah melihat hasil batiknya setelah semua proses selesai. Akhirnya kita bisa melihat hasil dari setiap tahap yang sudah dilakukan,” kata Melanie.
Tas kain yang telah selesai menampilkan pilihan kreatif setiap peserta dan menjadi pengingat nyata dari pengalaman belajar melalui praktik budaya Indonesia.
Ditulis oleh ANM, APU International Office, Agung Putra University.
Kontak APU International Office
- Website: apu.ac.id/international
- Email: internationaloffice@apu.ac.id
- Instagram: @apu.global