Berita

Kenalan dengan Jurusan Biomedical Science dan Prospek Kerjanya

· September 26, 2026 · 7 min read

Biomedical Science atau Ilmu Biomedis adalah salah satu program studi yang ternyata punya prospek kerja sangat luas. Lulusan jurusan Biomedical Science bisa bekerja di industri rumah sakit, perusahaan farmasi, lembaga riset, sampai laboratorium. 

Namun, meski sama-sama menangani bidang kesehatan, program studi Ilmu Biomedis berbeda dengan Kedokteran. Jadi, kalau kamu lulus dari jurusan Biomedical Science, bukan berarti kamu menyandang gelar dokter. Sebab, kurikulum dan jalur pendidikannya memang tidak sama.

Apa Itu Biomedical Science?

Sesuai namanya, jurusan Biomedical Science adalah program studi yang mempelajari gabungan antara biologi, kedokteran, dan teknologi. Secara sederhana, jurusan ini menghubungkan proses biologis dengan pengetahuan bagaimana tubuh manusia bekerja, lalu digunakan untuk mengembangkan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit.

Meski terdengar mirip, Biomedical Science tidak sama dengan Kedokteran maupun Biologi murni. Kedokteran berperan dalam melatih mahasiswa menjadi dokter yang menangani pasien secara klinis, sedangkan Biologi memiliki cakupan yang sangat luas karena mempelajari berbagai makhluk hidup serta proses kehidupannya.

Sementara itu, Biomedical Science berada di titik temu keduanya, dengan tambahan sentuhan teknologi dan rekayasa, sehingga lulusannya disiapkan untuk berkarier di jalur riset, laboratorium, dan pengembangan inovasi kesehatan, bukan sebagai tenaga medis yang menangani pasien secara langsung.

Apa yang Dipelajari di Biomedical Science?

jurusan biomedical science

Selama kuliah, mahasiswa Biomedical Science akan mempelajari perpaduan antara teori sains dan praktik laboratorium. Materi yang dipelajari dapat mencakup berbagai bidang ilmu biologi dan kesehatan, terutama yang berhubungan dengan mekanisme tubuh, penyakit, sel, molekul, serta pengembangan teknologi biomedis.

Pendekatan belajar seperti ini membuat mahasiswa tidak hanya paham konsep di atas kertas, tetapi juga terbiasa bekerja dengan alat dan metode yang benar-benar dipakai di dunia riset dan industri kesehatan. Dengan kata lain, kurikulum Biomedical Science dirancang agar lulusannya siap terjun ke lingkungan kerja yang berbasis sains dan teknologi. Berikut beberapa bidang yang dipelajari di Biomedical Science:

  • Biologi Sel dan Molekuler: mahasiswa mempelajari bagaimana sel bekerja, berkembang, berkomunikasi, serta mengalami perubahan.
  • Genetika: membantu mahasiswa memahami bagaimana informasi genetik diturunkan dan bagaimana perubahan pada materi genetik dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu.
  • Ilmu Penyakit: Mahasiswa dapat mempelajari mekanisme terjadinya penyakit dari perspektif biologis.
  • Teknologi Biomedis: Teknologi informasi, kecerdasan buatan, analisis data, dan berbagai teknologi laboratorium dapat digunakan untuk mendukung penelitian dan inovasi di bidang kesehatan.
  • Praktik Laboratorium: Mahasiswa perlu memahami bagaimana teori diterapkan melalui eksperimen, pengamatan, pengujian, dan analisis.

Skill yang Dibutuhkan di Biomedical Science

Sebelum memilih jurusan Biomedical Science, ada beberapa kemampuan dan minat yang sebaiknya kamu pertimbangkan. Beberapa di antaranya:

  • Ketertarikan pada sains dan riset: karena sebagian besar aktivitas perkuliahan berkutat dengan eksperimen dan analisis ilmiah.
  • Ketelitian dan kesabaran: pekerjaan di laboratorium menuntut akurasi tinggi, mulai dari mengukur reagen hingga mencatat hasil percobaan.
  • Kemampuan berpikir analitis dan logis: dibutuhkan untuk menginterpretasi data hasil penelitian dan menarik kesimpulan yang valid.
  • Minat pada teknologi: mengingat riset biomedis modern banyak memanfaatkan alat dan perangkat lunak canggih.
  • Kemampuan bekerja secara sistematis: karena penelitian ilmiah biasanya berjalan dalam tahapan yang runtut dan terukur.
  • Keahlian dalam komunikasi: mampu menjelaskan hasil penelitian kepada dosen, rekan peneliti, maupun pihak lain yang berkepentingan.

Prospek Kerja Lulusan Biomedical Science

biomedical science kerja apa

Tak perlu khawatir soal lulusan Biomedical Science kerja apa setelah tamat, karena ada banyak karier yang bisa digeluti. Mulai dari bidang penelitian, industri kesehatan, pengembangan produk, pengujian, pengelolaan kualitas, maupun teknologi yang berkaitan dengan kesehatan. 

Ditambah lagi, semakin banyak lembaga riset, rumah sakit, dan perusahaan farmasi yang membutuhkan sumber daya manusia dengan latar belakang sains biomedis untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan. Artinya, peluang kerja bagi lulusan Biomedical Science bukan hanya luas, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Adapun beberapa contoh prospek kerja Biomedical Science yaitu:

1. Quality Assurance

Industri kesehatan membutuhkan proses pengendalian kualitas agar produk dan proses yang digunakan memenuhi standar yang ditetapkan. Lulusan jurusan ini dapat mengembangkan kompetensi untuk bekerja di bidang quality assurance atau penjaminan mutu, khususnya pada lingkungan industri yang berkaitan dengan produk dan proses biomedis.

2. Laboratory Analyst

Laboratory Analyst atau analis laboratorium bertugas melakukan pengujian dan analisis terhadap sampel menggunakan metode serta peralatan laboratorium yang sesuai. Selain melakukan pengujian, pekerjaan ini juga berkaitan dengan pencatatan hasil, pengolahan data, dan dokumentasi. Dalam lingkungan industri, analis laboratorium juga perlu mengikuti prosedur operasional dan standar kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan.

3. R&D Staff

R&D (Research and Development) Staff bekerja dalam kegiatan penelitian dan pengembangan produk atau proses. Di industri kesehatan dan biomedis, R&D dapat terlibat dalam pengembangan atau penyempurnaan produk, melakukan eksperimen, menguji bahan atau formulasi, menganalisis hasil pengujian, serta membantu menyusun dokumentasi penelitian dan pengembangan. Bagi lulusan Biomedical Science yang tertarik pada penerapan ilmu untuk menghasilkan produk atau inovasi baru, bidang R&D dapat menjadi salah satu pilihan karier yang relevan.

4. Research Scientist

Mahasiswa yang lulus dari Biomedical Science juga dapat mengembangkan karier sebagai Research Scientist. Posisi ini berfokus pada kegiatan penelitian untuk menghasilkan pengetahuan, data, atau solusi baru di bidang biomedis. Tugasnya dapat mencakup merancang penelitian, melakukan eksperimen, menganalisis data, mengevaluasi hasil, serta menyusun laporan atau publikasi ilmiah.

5. Research Assistant

Research Assistant atau asisten peneliti merupakan salah satu pilihan karier yang relevan bagi lulusan Biomedical Science yang tertarik dengan dunia penelitian. Dalam pekerjaan ini, kamu dapat membantu peneliti menjalankan berbagai kegiatan penelitian, mulai dari menyiapkan bahan dan alat, melakukan prosedur laboratorium, mengumpulkan data, mencatat hasil eksperimen, hingga membantu menganalisis data. Research Assistant dapat bekerja di universitas, lembaga penelitian, rumah sakit, laboratorium, maupun perusahaan yang memiliki kegiatan riset dan pengembangan. Posisi ini juga dapat menjadi pengalaman awal bagi lulusan yang ingin melanjutkan karier sebagai peneliti atau melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor.

6. Peneliti Kedokteran Regeneratif

Kedokteran regeneratif merupakan salah satu bidang yang dapat dieksplorasi oleh lulusan Biomedical Science, terutama bagi mereka yang tertarik pada penelitian sel, jaringan, dan berbagai pendekatan untuk mendukung regenerasi atau perbaikan fungsi biologis. Dengan berkembangnya penelitian di bidang sel punca, kanker, genetika, dan teknologi biomedis, mahasiswa dapat membangun kompetensi yang relevan dengan perkembangan riset tersebut.

7. Clinical Research Associate

Clinical Research Associate (CRA) merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pemantauan penelitian klinis. Tugasnya, memastikan kegiatan penelitian klinis berjalan sesuai protokol, prosedur, dan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan dokumentasi, komunikasi, ketelitian, dan pemahaman mengenai proses penelitian. Bagi lulusan yang tertarik menghubungkan ilmu biomedis dengan penelitian yang melibatkan manusia atau pengembangan intervensi kesehatan, bidang penelitian klinis dapat menjadi salah satu pilihan.

8. Biomedical Laboratory Staff

Biomedical Laboratory Staff bekerja dalam kegiatan operasional laboratorium yang berkaitan dengan ilmu biomedis. Tugasnya dapat meliputi menyiapkan sampel dan peralatan, membantu menjalankan prosedur pemeriksaan atau eksperimen, menjaga kondisi serta kebersihan laboratorium, mencatat hasil kegiatan, dan memastikan prosedur kerja dilakukan sesuai standar yang berlaku. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan pemahaman mengenai prosedur laboratorium. Oleh karena itu, pengalaman praktikum selama kuliah dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa Biomedical Science.

Kesimpulan

Kalau kamu tertarik masuk ke jurusan Biomedical Science di Indonesia, Agung Putra University (APU) di Gunungpati, Semarang membuka program studi Biomedical Science yang bisa jadi pilihan terbaik. Salah satu keunggulan APU adalah keterhubungannya dengan ekosistem riset SCCR (Stem Cell and Cancer Research) Indonesia, pusat riset yang berfokus pada pengembangan terapi sel punca dan penelitian kanker. Melalui ekosistem ini, mahasiswa Biomedical Science APU berkesempatan mengenal langsung dunia riset biomedis modern melalui fasilitas laboratorium yang mendukung kegiatan praktik dan penelitian.

Selain itu, APU juga mengusung konsep kampus yang berorientasi riset, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan penelitian dan inovasi sejak masa kuliah. Kombinasi antara kurikulum yang relevan, akses ke ekosistem riset, dan fasilitas laboratorium yang memadai ini menjadikan APU opsi bagi kamu yang bercita-cita berkarier di dunia sains biomedis. Untuk mengenal lebih jauh mengenai jurusan ini, yuk baca lebih lanjut halaman program studi Biomedical Science dan ketahui proses pendaftarannya di halaman penerimaan mahasiswa baru APU.