Paint, Plant, Pound: Belajar melalui Kreativitas, Alam, dan Kolaborasi
SEMARANG — Kreativitas hadir dalam berbagai bentuk di Karenina Agung Resort pada 18 September 2026 ketika tiga mahasiswa pertukaran asal Jerman mengikuti program ECO P3: Paint, Plant, Pound yang difasilitasi oleh Kantor Internasional Agung Putra University (APU). Dengan memadukan seni, berkebun, alam, dan interaksi kelompok, kegiatan ini menawarkan pengalaman langsung mulai dari menghias pot, menanam tanaman obat, hingga membuat pola dari bunga yang ditemukan di sekitar resor.
Program ini melibatkan tiga mahasiswa pertukaran asal Jerman, mahasiswa pendamping, staf Kantor Internasional APU, dan tim Karenina Agung Resort. ECO P3 tidak hanya berfokus pada satu kegiatan, tetapi dirancang sebagai rangkaian pengalaman yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berkarya, berinteraksi dengan alam, dan berbagi hasil karya dengan peserta lain.
Paint: Memulai dengan Kreativitas
Kegiatan diawali dengan sesi penyambutan oleh Reyga yang memperkenalkan tujuan dan konsep ECO P3 kepada para peserta. Mahasiswa pendamping Nina dan Aya kemudian memperkenalkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), termasuk berbagai jenis tanaman dan manfaatnya.
Setelah pengenalan tersebut, peserta memulai tahap kreatif pertama dengan melukis pot tanaman. Dengan arahan tim kegiatan, mereka mengeksplorasi berbagai desain sambil mempelajari bahan dan teknik yang digunakan untuk menyiapkan pot.

Sesi melukis mengubah benda berkebun yang sederhana menjadi sesuatu yang personal. Setiap peserta mendapat ruang untuk membuat desain mereka sendiri sebelum melanjutkan ke tahap kegiatan berikutnya.
“Dan saya senang menggambar panda itu,” kata Frederick dengan bercanda.
Desain panda yang ceria menjadi bagian dari hasil kreatif sesi melukis dan menunjukkan bagaimana kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk menghadirkan minat serta kepribadian mereka dalam karya.
Plant: Dari Menghias hingga Menanam
Di bawah arahan Bapak Purwanto, staf Karenina Agung Resort sekaligus instruktur penanaman, peserta mempelajari cara menyiapkan tanah dan pupuk sebelum memindahkan bibit TOGA ke dalam pot. Proses tersebut mengenalkan langkah-langkah praktis menanam sekaligus menghubungkan karya kreatif pada pagi hari dengan kegiatan lingkungan pada siang hari.

Pengenalan TOGA juga menjadi titik temu dengan pengalaman para mahasiswa di Jerman.
“Di Jerman, kami juga menggunakan tanaman obat sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit, seperti jahe dan mint,” kata Cara.
Kegiatan kemudian berlanjut di luar ruangan ketika peserta menjelajahi taman resor untuk mengumpulkan bunga bagi tahap terakhir ECO P3. Dengan arahan Zein, mereka memilih bunga yang akan digunakan sebagai bahan alami dalam sesi eco-pounding.
Pound: Mengubah Alam menjadi Karya Seni
Kegiatan terakhir mengubah bunga yang dikumpulkan dari taman menjadi pola visual pada kain putih. Melalui teknik eco-pounding, peserta menata bunga sebelum menumbuknya di atas kain sehingga warna dan bentuk alaminya menghasilkan cetakan yang unik.

Kegiatan tersebut mendorong peserta untuk mengamati dan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar dengan cara yang berbeda. Bunga yang semula tumbuh di taman berubah menjadi bagian dari karya seni buatan tangan.
Sebelum program berakhir, para peserta mempresentasikan hasil karya mereka kepada kelompok. Setiap peserta menjelaskan secara singkat pilihan warna, pola, dan makna di balik desainnya. Presentasi tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk bertukar gagasan dan mengapresiasi beragam interpretasi yang dihasilkan sepanjang kegiatan.
Galeri Kegiatan
Mahasiswa pertukaran asal Jerman menghias pot tanaman dalam kegiatan Paint.
Peserta mengerjakan desain pot masing-masing.
Hasil akhir pot yang dilukis oleh mahasiswa pertukaran dan mahasiswa pendamping.
Peserta menyiapkan tanah dan pupuk sebelum menanam bibit TOGA.
Mahasiswa pertukaran asal Jerman menanam bibit TOGA ke dalam pot yang telah dihias.
Peserta menata bunga di atas kain putih sebelum membuat pola alami.
Cetakan bunga yang dibuat dengan teknik eco-pounding.
Peserta mempresentasikan hasil karya dan menjelaskan makna warna serta pola yang dipilih.
Ditulis oleh: ANM, Kantor Internasional APU
Agung Putra University